Sabtu, 12 Juni 2010

PP Honorer, PTT, GTT, Terbit Tuntas Juni 2010|Yang Tidak Masuk Database, tapi Bekerja di Bawah Tahun 2005 dan Belum Berusia 46 Tahun, akan Diseleksi T

17 Mei 2010

JAKARTA – Pemerintah menargetkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Seleksi Honorer, Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT), bisa tuntas Juni 2010 mendatang. Hal ini bertujuan agar proses penyelesaian tenaga honorer secepatnya selesai.
“Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan & RB) bersama instansi terkait sedang menggodok PP tentang Seleksi Honorer, PTT dan GTT,” kata Kabag Humas Kemenpan & RB, FX Dandung Indratno, kepada JPNN, Minggu (15/5).
Dijelaskan Indratno, dalam pengangkatan tenaga honorer tercecer menjadi CPNS, pengangkatan PTT dan GTT diatur dalam PP tersendiri. Di mana untuk penyelesaian sisa honorer yang tertinggal (masuk database 2005) akan diprioritaskan tahun ini. Sedangkan honorer non-APBN/APBD yang tidak masuk database, tapi bekerja di bawah tahun 2005 dan belum berusia 46 tahun, akan diseleksi tahun depan.
“Meski belum akan diangkat tahun ini, tapi yang untuk honorer non-APBN/APBD sudah digodok PP-nya. Ini berkaitan dengan validasi dan verifikasi data honorer,” ujar Indratno. Dengan ditetapkannya target penyelesaian PP tersebut, Indratno menambahkan, pemerintah berkeinginan agar DPR juga bisa (berpandangan) sejalan. Hal tersebut katanya, agar pada Juni 2010 depan tim sudah bisa turun ke lapangan.
Sementara itu, Ganjar Pranowo, Wakil Ketua Komisi II DPR RI mengatakan, pihaknya memang bertekad agar PP tentang penyelesaian tenaga honorer itu sudah bisa ditetapkan secepatnya. Ini terutama mengingat data honorernya sendiri akan ditetapkan Oktober 2010 mendatang. “Kalau pemerintah menggenjot Juni2010 , DPR juga akan siap. Prinsipnya, agar pendataannya cepat, singkat, tapi valid,” terangnya.

Senin, 24 Mei 2010

Info pengangkatan CPNS 2010

Kesimpulan Pengangkatan Guru Honorer Menjadi PNS tahun 2010


Belum disahkannya RPP tentang Pengangkatan Guru Honor menjadi PNS, bukan hanya karena hiruk-pikuk perpolitikan nasional yang menyita waktu para penyusun kebijakan (baca: anggota DPR), tetapi ada semacam “penghalusan” diantara berbagai pihak, seperti dari pihak dunia Pendidikan, Pertanian, Kesehatan, Keuangan Negara, dan tentunya anggota DPR yang terhormat. Setidaknya alasan itulah yang saya tangkap dan tulisan berikut adalah wujud “penghalusan” tersebut. Selanjutnya apa yang akan ditulisakn kali ini, juga merupakan gambaran lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul Hasil RPP Pengangkatan Guru Honor (Part 2).

Kesimpulan yang dirumuskan dalam bulan April ini, dapat diringkas lagi seperti berikut:

1. Yang diangkat menjadi PNS adalah guru yang mengabdi di sekolah negeri per 31 Desember 2005 sudah mencapai 1 tahun bekerja tanpa terputus hingga kini, baik dengan status PTT atau GTT

2. Batas usia maksimal, ialah berumur 46 tahun per 1 Januari 2006

3. Pengangkatan tanpa tes, hanya validitas data/pemberkasan. Hehehehehe, ternyata bulan Februari beritanya sudah beredar.

4. Pengangkatan dilakukan pada tahun 2010 ini

5. Bilamana tidak lulus menjadi PNS, akan tetap bekerja di sekolah negeri dengan mendapat tunjangan hari tua, kesehatan, dan gaji pokok minimal sesui UMR (akan disahkan)

6. Guru Tetap Yayasan (GTY) dan atau GTT Sekolah swasta, akan diajukan mendapat kesejahteraan yang layak, dan akan diatur oleh peraturan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang (pemerintah)

Ringkasan kesimpulan tersebut, semakin menguatkan perkataan Mendiknes Muhammad Nuh pada awal tahun 2010 di Kompas, sebagai berikut:

….pemerintah tidak mungkin mengangkat semua guru honorer menjadi PNS. Dalam penyelesaian tenaga honorer, DPR meminta supaya pemerintah melakukannya dengan pendekatan kesejahteraan dan status. Tenaga honorer yang memenuhi syarat diangkat menjadi CPNS. Yang tidak memenuhi syarat ditingkatkan kesejahteraannya minimal gaji sama dengan upah minimum regional….

Hasil RPP Pengangkatan Guru Honor (Part 2)

Tulisan berikut adalah lanjutan dari apa yang saya sebut sebagai part 1, yakni tulisan dengan berjudul Dasar Legal-formal Pengangkatan Guru Honor Negeri. Tulisan kali ini, dapat dikatakan sebagai “laporan” tentang apa yang terjadi/isi pada pertemuan terakhir antara anggota dan pengurus SGJ. Hari Jum’at, 26 Februari 2010, SGJ melakukan koordinasi se-Jakarta di SMAN 32 Jakarta, pukul 13.30-18.00 WIB. Dalam pertemuan yang dihadiri guru-guru di tingkat SD, SMP, dan SMA Negeri, tak kurang berjumlah 80 guru, tercuat berbagai masalah dan tentunya informasi tentang RPP yang ditunggu-tunggu.

Dalam kesempatan kali ini, informasi yang akan diangkat ialah terkait isi RPP. Isi RPP yang akan dipaparkan berikut, adalah hasil cerita dari kawan-kawan yang berjuang selama ini, yang gemar mondar-mandir ke DPR, DPRD, , Diknas, Tendik, BKD, BKN, dan tentunya Lobi2 politik. We salute you!!

Untuk GTT/Guru Honor Sekolah Negeri, dapat diringkas informasi pengangkatan CPNS sebagai berikut:

1. Pengangkatan CPNS melalui seleksi administratif dan ujian tulisan

2. Seleksi hanya dilakukan satu kali

3. Seleksi dilakukan serentak seluruh Indonesia

4. Pengangkatan dilaksanakan pada tahun 2011

5. Pengumuman hasil seleksi melalui media massa nasional

6. Penentuan masa kerja untuk peserta seleksi ditentukan Pemda

7. Setelah tahun 2011, tidak ada lagi pengangkatan GTT/Guru Honor Sekolah Negeri, dan sekolah tetap dilarang mengangkat guru baru oleh Kepsek seperti pada tahun 2005.

Tabel Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) DKI Jakarta

26 Januari 2010 setagu Tinggalkan komentar Go to comments
Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 215 tahun 2009 tanggal 30 Desember2009, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) diberikan berdasarkan jabatan. Berikut peringkat (grade) jabatan yang menjadi dasar besaran tunjangan yang diterima:


Grade Keterangan Tunjangan
18-20 NON KARIER
17 ESELON I 50,000,000
16
15 ESELON II 28,000,000
14 26,000,000
13 24,000,000
12 22,000,000
11 ESELON III 11,550,000
10 10,550,000
9 9,550,000
8 ESELON IV 6,550,000
7 6,200,000
6 5,850,000
5 ESELON V 5,500,000
4-1 STAFF 4,700,000 – 2,900,000


Dalam Peraturan Gubernur tersebut juga diatur ketentuan-ketentuan
tentang PNS/CPNS yang menerima TKD, yaitu:


No Keterangan Tunjangan
1 Deputi Gubernur 35,000,000
2 Asisten Deputi Gubernur 20,000,000
3 Kepala Sekolah Negeri (TK, SD,SMP,SMA,SMK,SLB) 3,150,000
Kepala Puskesmas Kelurahan 3,150,000
4 PNS di SKPD/UKPD kecuali Kepala Puskesmas Kelurahan 2,900,000
Jabatan Fungsional Guru 2,900,000
Jabatan Fungsional Widyaiswara 2,900,000
Jabatan Fungsional Kesehatan 2,900,000
5 CPNS 1,750,000


Selain itu ada tambahan TKD bagi PNS & CPNS yg mempunyai resiko pekerjaan tinggi, yang melakukan pelayanan terdepan kpd masyarakat dan yg menduduki Jabatan Fungsional Tertentu, yg besarannya sbb:


No Keterangan Tambahan TKD
1 PNS di Kepulauan Seribu 1,000,000
Dinas Pemadam Kebakaran 1,000,000
RS Duren Sawit 1,000,000
Kantor Kelurahan dan Kecamatan 1,000,000
Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan sebagai Programmer dan Operator 1,000,000
2 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan sebagai System Programmer dan System Analyst 2,000,000
Jabatan Fungsional Tertentu selain Guru dan Kesehatan 2,000,000

Pameran Pedang Nabi

Menilik Pedang Pengiring Perjuangan Para Nabi


Salah satu koleksi pada Pamerang Pedang Nabi yang diselenggarakan di Mall Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

JAKARTA--Bagi Anda yang haus akan pengetahuan tentang peninggalan berbagai benda selama perjuangan Baginda Rasulullah Muhammad SAW selama memimpin umat islam, kini bisa menambah pengetahuan dengan mendatangai mendatangi Pameran Pedang Nabi yang tengah digelar di Mall Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta. Pameran ini berlangsung mulai 7 Maret dan berakhir hingga 6 April mendatang.

Dalam pameran ini dipertontonkan 15 benda peninggalan para Nabi. Dari 15 benda bersejarah peninggalan para nabi yang dipamerkan tersebut, enam di antaranya berupa pedang. Misalnya saja, pedang Al-Ma'thur, pedang Nabi Muhammad SAW yang terbuat dari emas dan dihiasi oleh ratusan batu alam. Pedang ini merupakan milik beliau sebelum menerima wahyu pertama di Makkah.

Selain itu, terdapat pula pedang Al Battar yang pernah digunakan Nabi Daud AS untuk memerangi Raja Namrud. Pedang ini juga disebut sebagai Pedang Para Nabi karena secara turun temurun digunakan oleh Nabi Daud, Nabi Yahya, Sulaiman, Isa, dan Muhammad SAW. Konon pedang ini kelak yang akan digunakan Nabi ISA as untuk mengalahkan Dajjal di akhir kehidupan dunia,

Adapun empat pedang lain yang turut dipamerkan, Pedang Ak-Hatf, Oedang Al-Qadib, Pedang Al-Qal"i, Pedang Al- Mikdam dan Pedang Al-Adb. Sebagian dari pedang ini merupakan hadiah rampasan perang dan sebagian lain merupakan pedang lain merupakan pedang warisan dari Nabi sebelumnya yang tidak digunakan untuk berperang.

Dalam pameran itu, turut pula diperlihatkan jejak telapak kaki kiri Nabi Muhammad SAW saat melakukan Isra’ Mijraj, serta sepasang sandal nabi yang terbuat dari kulit unta. Pameran ini juga memungkinkan pengunjung melihat secara langsung busur panah yang dibuat oleh salah seorang Kaisar China khusus untuk Nabi muhammad SAW.

Walau bukan benda aslinya, namun pengunjung bisa memperkirakan seperti apa sosok Nabi-nabi termasuk baginda Rasulullah SAW. "Pameran ini sengaja kami buat untuk menambah pengetahuan kita tentang sosok junjungan," tutur salah seorang panitia dari penyelenggara dari Piramid Comunication, Kalam, ketika ditemui Republika Online akhir pekan lalu.

Guna mendatangkan benda peninggalan para Nabi ini, pihak Piramid bekerja sama dengan Thamrin City, pemerintah Indonesia dan didukung penuh Kedutaan Besar Turki di Jakarta.

Untuk menyaksikan secara langsung benda-benda peninggalan para Nabi ini, para pengunjung hanya dipungut biaya masuk Rp 15.000 untuk hari biasa dan Rp 20.000 untuk Sabtu dan Minggu.

Tiga Ruang

Ruang pameran tersebut terdiri dari tiga ruangan. Sebelum memasuki ruang utama, pengunjung disuguhi film dokumenter tentang sejarah Salahudin Al Ayubi, yaitu salah seorang tokoh Islam yang sangat disegani di zamannya, baik dalam kalangan muslim atau pun agama lainnya.

Usai menyaksikan dokumenter tentang Salahuddin, pengunjung dipersilakan melihat langsung benda-benda peninggalan para Nabi zaman dahulu kala. Selain dapat menyaksikan benda-benda peninggalan secara langsung pengunjung juga dapat membaca literatur-literatur tentang asal-usul mengapa benda-benda tersebut bisa sampai ke Turki.

Salah seorang pengunjung bernama Adit, 41 tahun, begitu antusias melihat pameran. Awalnya Adit berniat berbelanja di mall tersebut. Tanpa sengaja ia melihat ada pameran bertajuk Pedang Nabi. Setelah bertanya-tanya kepada petugas pameran. Ia pun segera bergegas menuju pameran.

"Saya itu penasaran, saya ingin tahu seperti apa peninggalan Nabi SAW. Selama ini, saya hanya mengetahui peninggalan Nabi SAW hanyalah Quran dan Hadis," ungkapnya antusias.

Setelah melihat ragam peninggalan disertai penjelasan ringkas dari petugas, pengunjung bisa berfoto dengan salah satu peninggalan Nabi, Al Qadib dan Al Ma’thur.


Kreatifitas

A. Pengertian Kreatif

Sekarang hampir setiap orang mulai dari orang awam, pemimpin lembaga pendidikan, manajer perusahaan sampai dengan pejabat pemerintah berbicara tentang pentingnya kreativitas dikembangkan di sekolah, dituntut dalam pekerjaan, dan diperlukan untuk pembangunan. Harus diakui bahwa memang sukar untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional. Apa yang dimaksud dengan kreativitas? Banyak buku yang membahas kreativitas, kelompok kami akan menyampaikan beberapa pendapat para ahli tentang kreativitas.
1. Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. (K B B I)
2. Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)
3. Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. (Conny R. Semiawan).
4. Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang ,kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme (Rogers).
5. Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya:
(1) Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh, mengejutkan.
(2) Berguna (useful): lebih enak , lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, memdidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ banyak.
(3) Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. (David Cambell)

Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar: 1992)

B. Kreativitas sebagai Multi Kecerdasan

Proses pemikiran untuk menyelesaikan masalah secara efektif melibatkan otak kiri atau otak kanan . Pemecahan masalah adalah kombinasi dari pemikiran logis dan kreatif. Secara umum, otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, dan urutan – yang disebut pembelajaran akademis. Otak kanan berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi—yang disebut dengan aktivitas kreatif.
Bagan Proses Pimikiran Otak
Otak Kiri Otak Kanan
 Vertikal
 Kritis
 Strategis
 Analistis  Lateral
 Hasil
 Kreatif

Keterangan:
Berpikir Vertikal. Suatu proses bergerak selangkah demi selangkah menuju tujuan Anda, seolah-olah Anda sedang menaiki tangga.

Berpikir Lateral. Melihat permasalahan Anda dari beberapa sudut baru, seolah-olah melompat dari satu tangga ke tangga lainnya.
Berpikir Kritis. Berlatih atau memasukkan penilaian atau evaluasi yang cermat, seperti menilai kelayakan suatu gagasan atau produk.

Berpikir Analitis. Suatu proses memecahkan masalah atau gagasan Anda menjadi bagian-bagian. Menguji setiap bagian untuk melihat bagaimana bagian tersebut saling cocok satu sama lain, dan mengeksplorasi bagaimana bagian-bagian ini dapat dikombinasikan kembali dengan cara-cara baru.

Berpikir Strategis. Mengembangkan strategi khusus untuk perencanaan dan arah operasi-operasi skala besar dengan melihat proyek itu dari semua sudut yang mungkin.
Berpikir tentang Hasil. Meninjau tugas dari perspektif solusi yang dikehendaki.
Berpikir Kreatif. Berpikir kreatif adalah pemecahan masalah dengan menggunakan kombinasi dari semua proses.

C. Delapan Kecerdasan Gardner

Gardner dengan “Teori Multi Kecerdasan” mengatakan bahwa , “ IQ tidak boleh dianggap sebagai gambaran mutlak, suatu entitas tunggal yang tetap yang bisa diukur dengan tes menggunakan pensil dan kertas. Ungkapan yang tepat adalah bukan seberapa cerdas Anda, tetapi bagaimana Anda menjadi cerdas”. (2002: 58)

Setiap orang memiliki beberapa tipe kecerdasan. Gardner mendifinisikan kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam satu latar belakang budaya atau lebih. Dengan kata lain kecerdasan dapat bervariasi menurut konteknya. Dalam bukunya Frames of Mind Gardner menawarkan delapan jenis kecerdasan manusia, sebagai berikut:



KinestikTubuh Linguistik

Naturalis

Intrapersonalasial

Interpersonal Musikal


Kecerdasan Linguistik (Bahasa). Kemampuan membaca, menulis,dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Contoh orang yang memiliki kecerdasan linguistic adalah penuulis, jurnalis, penyair, orator, dan pelawak.

Kecerdasan Logis-Matematis. Kemanpuan berpikir (bernalar) dan menghitung, berpikir logis dan sistematis. Ini adalah jenis keterampilan yang sangat dikembangkan pada diri insinyur, ilmuwan, ekomon, akuntan, detektif, dan para anggota profesi hukum.

Kecerdasan Visual-Spasial. Kemampuan berpikir menggunakan gambar, memvisualisasikan hasil masa depan. Membayangkan berbagai hal pada mata pikiran Anda. Orang yang memiliki jenis kecerdasan ini antara lain para arsitek, seniman, pemahat, pelaut , fotografer, dan perencara strategis.

Kecerdasan Musikal. Kemampuan menggubah atau mencipta musik, dapat menyanyi dengan baik, dapat memahami atau memainkan musik, serta menjaga ritme. Ini adalah bakat yang dimiliki oleh para musisi, composer, perekayasa rekaman

Kecerdasan Kinestik-Tubuh. Kemampuan menggunakan tubuh Anda secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan dan emosi. Kemampuan ini dimiliki oleh para atlet, seniman tari atau akting atau dalam bidang banguan atau konstruksi.

Kecerdasan Interpersonal (social). Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian, memeperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Kecerdasan jenis ini biasanya dimiliki oleh para guru yang baik, fasilitator, penyembuh, polisi, pemuka agama, dan waralaba.

Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan menganalis-diri dan merenungkan-diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang, meninjau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya, membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri sendiri. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para filosof, penyuluh , pembimbing, dan banyak penampil puncak dalam setiap bidang.

Pada tahun 1996, Gardner memutuskan untuk menambahkan satu jenis kecerdasan kedelapan (yaitu kecerdasan naturalis), dan kendatipun banyak pendapat yang menentang, ada godaan untuk menambahkan yang kesembilan, yaitu kecerdasan spiritual.

Kecerdasan Naturalis. Kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif- misalnya berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi.

Kecerdasan hanyalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Manusia dapat mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan dengan belajar menggunakan kemampuannya secara penuh.

Delapan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia ini mengungkapkan kepada kita bahwa ada “banyak jendela menuju satu ruangan yang sama” di mana subjek-subjek pelajaran dapat didekati dari berbagai prespektif. Dan ketika orang mampu menggunakan bentuk-bentuk kecerdasan mereka yang paling kuat, mereka akan

D. Proses Kreatif

Kreativitas dalam perkembangannya sangat sangat terkait dengan empat aspek, yaitu:

1. Aspek Pribadi
Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya.


2. Aspek Pendorong
Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan.

3. Aspek Proses
Ditinjau sebagai proses, menurut Torrance (1988) kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyaipaikan hasil-hasilnya.

4. Aspek Produk
Definisi produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna.

Kreativitas tidak timbul serta-merta, tetapi melalui proses. Proses kreatif menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki (2001:301) dalam bukunya Quantum Learning mengalir melalui lima tahap, hatap-tahap tersebut sebagai berikut :
1. Persiapan Mendifinisikan masalah, tujuan, atau tantangan.
2. Inkubasi Mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran.
3. Iluminasi Mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan.
4. Verifikasi Memastikam apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah.
5. Aplikasi Mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti solusi tersebut

Proses Kreatif menurut David Cambell urutannya sebagai berikut

1. Persiapan (preparation) : meletakan dasar, mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan problematikanya. Meskipun tidak semua ahli kreatif, namun kebanyakan pencipta adalah ahli. Terobosan gemilang dalam suatu bidang hampir selalu dihasilkan oleh orang-orang yang sudah lama berkecimpung dan lama berpikir dalam bidang itu. Persiapan untuk kreativitas itu kebanyakan dilakukan atas dasar “minat”. Kesuksesan orang-orang besar tercapai dan bertahan, bukan oleh loncatan yang tiba-tiba, tetapi dengan usaha keras.

2. Konsentrasi (concentration): sepenuhnya memikirkan, masuk luluh, terserap dalam perkara yang dihadapi. Orang-orang kreatif biasanya serius, perhatiannya tercurah dan pikirannya terpusat pada hal yang mereka kerjakan. Tahap konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu menimbang-nimbang, waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal, trial dan error .

3. Inkubasi (incubation) : mengambil waktu untuk meninggalkan perkara, istirahat, waktu santai. Sebuah busur tak dapat direntang terus-menerus untuk jangka panjang tanpa bahaya patah. Maka kita perlu melarika diri dari perkara yang sedang kita selesaikan, masalah yang hendak kita pecahkan. Inkubasi merupakan saat di mana sedikit demi sedikit kita bebaskan dari kerutinan berpikir, kebiasaan bekerja, kelaziman pemakai cara.

4. Iluminasi : mendapatkan ide gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja, jawaban baru Bagian paling nikmat dalam penciptaan, tahap AHA! Ketika segalanya jelas, hubungan kaitan perkara gambling, dan penerangan untuk pemecahan masalah, jawaban baru tiba-tiba tampak laksana kilat. Reaksi keberhasilan itu biasanya tidak hanya teras di batin, tetapi juga diungkapkan keluar secara fisik.

5. Verifikasi/ Produksi : memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah. Tahap AHA!, betapa pun memuaskan, barulah merupakan akhir dari suatu awal. Masih ada pekerjaan berat yang harus dikerjakan. Kalau sudah menemukan ide, gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja baru, kita harus turun tangan mewujudkannya. Kecakapan kerja merupakan bagian penting dalam karya kreatif. Betapapun banyak ide, gagasan, ilham, impian bagus-bagus yang ditemukan, jika tidak dapat diwujudkan, semuanya akan lenyap bagai embun diterjang sinar matahari.. Maka orang kreatif harus memiliki kecakapan kerja baik secara pribadi maupun kelompok.

Salah satu teori tradisional yang sampai sekarang banyak dikutip ialah teori Wallas yang dikemukakan tahun 1926 dalam bukunya The art of Thought (Piirto,1992), yang mengatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap yaitu:
(1) persiapan, (2) inkubasi, (3) iluminasi, (4) verifikasi.

Pada tahap pertama, seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang, dan sebagainya. Pada tahap kedua, kegiatan mencari dan menghimpun data/ informasi tidak dilanjutkan. Tahap inkubasi ialah tahap di mana individu seakan-akan melepaskan diri sementara dari masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tidak memikirkan masalahnya secara sadar, tetapi “mengeramnya” dalam alam pra sadar. Tahap iluminasi ialah tahap timbulnya “insght” atau”aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru, beserta proses-proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru. Tahap verifikasi atau tahap evaluasi ialah tahap dimana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas. Di sini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Dengan perkataan lain, proses divergen (pemikiran kreatif) harus diikuti oleh proses konvergensi (pemikiran kritis).

E. Ciri-ciri Kreativitas

Setelah kita mengetahui tahap-tahap bagaimana kreativitas tercipta, berikutnya kami akan uraikan bagaimana ciri-ciri orang yang kreatif itu. Menurut David Cambell ciri-ciri kreativitas ada tiga kategori:

1. Ciri-ciri pokok: kunci untuk melahirkan ide, gagasan, ilham, pemecahan, cara baru, penemuan.

2. Ciri-ciri yang memungkinkan: yang membuat mampu mempertahankan ide-ide kreatif, sekali sudah ditemuka tetap hidup.

3. Ciri-ciri sampingan: tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup, tetapi kerap mempegaruhi perilaku orang-orang kreatif.



Ciri-ciri Kreativitas
Ciri-ciri Pokok
Ciri-ciriyang Memungkinkan Ciri-ciri Sampingan
1. Brpikir dari segala arah( convergent thingking)
2. Berpikir ke segala arah (divergent thingking)
3. Fleksibilitas koseptual (kemampuan secara spontan mengganti cara memandang,pendekatan, kerja yang tak jalan.
4. Orisinalitas (kemampuan menelorkan ide yang asli bahkan mengejutkan)
5. Lebih menyukai kompleksitas daripada simplisitas
6. Latar belakang hidup yang merangsang (hidup dalam lingkungan yang dapat menjadi contoh)
7. Kecakapan dalam banyak hal (multiple skills)
1. Kemampuan untuk bekerja keras.
2. Berpikir mandiri
3. Pantang menyerah
4. Mampu berkomunikasi dengan baik
5. Lebih tertarik pada konsep daripada detail (segi-segi kecil)
6. Keinginan tahu intelektual.
7. Kaya humor dan fantasi
8. Tidak segera menolak ide atau gagasan baru
9. Arah hidup yang mantap 1. Tidak mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain.
2. kekacauan psikologis

Reni Akbar Hawadi dalam bukunya Keberbakatan Intelektual menyebutkan ciri-ciri kreativitas sebagai berikut:
1. Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam
2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot
3. Memberikan banyak gagasan, usul-usul terhadap suatu masalah
4. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu
5. Mempunyai/ menghargai rasa keindahan
6. Menonjol dalam satu atau lebih bidang studi
7. Dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi
8. Mempunyai rasa humor
9. Mempunyai daya imajinasi (misalnya memikirkan hal-hal yang baru dan tidak biasa)
10. Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dengan orang lain (orisinil)
11. Kelancaran dalam menghasilkan bermacam-macam gagasan
12. mampu menghadapi masalah dari berbagai sudut pandangan

F. Kiat-kiat menjadi Kreatif
Kreativitas bisa dilakukan oleh siapa saja yang mau. Menurut Colin Rose & Malcolm J. Nichol (2002: 275) dalam bukunya Accelerated Learning, “ Menjadi kreatif tidak hanya berpangku tangan menunggu kilatan ilham. Kreativitas menuntut banyak usaha keras dan mensyaratkan persiapan matang.” Terlebih sekarang banyak sekali orang yang menulis cara-cara untuk menjadi kreatif, baik dalam bentuk literature, permainnan, peta pemikiran, dll. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas dilakukan sejak usia dini, tinjauan dan penelitian-penelitian tentang proses kreativitas, kondisi-kondisinya serta cara-cara yang dapat memupuk, merangsang, dan mengembangkannya menjadi sangat penting. Beberapa alasan mengapa kreativitas perlu dipupuk sejak dini:
a. Dengan berkreasi orang dapat mewujudkan (mengkatualisasikan) dirinya, dan perwujudan/ aktualitas diri merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia (Maslow,1967). Kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.
b. Kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini kurang mendapat perhatian dalam pendidikan (Guilford,1967)
c. Bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat (bagi diri pribadi dan bagi lingkungan) tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu.
d. Kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.
Kiat-kiat untuk Memperoleh Teknik-teknik Kreativitas menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki (2001: 321) dalam bukunya Quantum Learning adalah sebagai berikut:
Ingatlah sukses-sukses Anda di masa lalu. Jika Anda pernah berhasil (dan setiap manusia pasti pernah mengalami suatu waktu dalam hidupnya), Anda tahu tahu bahwa akan mampu melakukannya lagi. berhasil melakukan sesuatu dalam hidupnya
Yakinlah ini dapat menjadi hari terobosan. Jalani hari Anda dengan keyakinan bahwa sesuatu dapat terjadi untuk mengubah segalanya. Dengan cara itu, jika sesuatu benar-benar muncul, maka Anda akan siap menerimanya.
Latihlah kreativitas Anda dengan permainan mental. Otak Anda, seperti bagian tubuh lain Anda, berfungsi lebih lancar jika selalu dijaga dalam keadaan prima. Inilah beberapa saran untuk melakukannya:
• Pikirkanlah penggunaan kembali barang-barang lama!
• Lihatlah kejadian sehari-hari, dan susunan uraian kisah tentang peristiwa-peristiwa yang memunculkannya!
• Isilah teka-teki silang dan permainan-permainan kata lainnya!
• Temukan peribahasa-peribahasa yang dapat Anda gunakan untuk menjelaskan sesuatu kepada seseorang!
• Pikirkanlah berbagai cara untuk mengatakan hal yang sama!
• Tontonlah acara televise dengan mematikan suaranya, dan cobalah memperkirakan apa yang dikatakan orang dalam acara itu!
Anda juga dapat mencoba salah satu dari banyak permainan mental yang ada di toko-toko buku.
Ingat bahwa kegagalan membawa keberhasilan. Banyak ilmuwan termasyur dunia bergelut dalam solusi=solusi gagal yang tak terhitung jumlahnya sebelum menemukan satu yang berhasil. Beranilah untuk mengam,bil risiko salah agar mencapai keberhasilan.
Raihlah impian dan fantasi Anda. Sering kali mimpi dan fantasi merupakan hasil dari pikiran bawah sadar Anda yang bekerja untuk mendapatkan solusi suatu masalah. Berikan nilai untuk hal-hal tersebut, walaupun semua itu tampak tidak berhubungan karena gagasan-gagasan aneh dapat memunculkan solusi inovatif dan revolusioner.
Biarkan kesenangan memasuki kehidupan Anda. Bermainlah! Ini membuat sifat anak-anak dalam diri Anda muncul dan memberikan wawasan segar. Anda pun akan menjadi lebih kreatif jika kehidupan Anda seimbang antara bekerja dan bermain.
Kumpulkan pengetahuan dari tempat lain. Ketika bekerja dengan situasi yang menantang, lihatlah tempat-tempat lain dalam kehidupan Anda dan cobalah untuk melihat kesamaan-kesamaannya. Mungkin sesuatu yang berhasil untuk suatu jenis masalah dapat digunakan untuk masalah yang sedang Anda hadapi saat ini.
Pandanglah situasi dari semua sisi. Bayangkan diri Anda secara fisik berada di bawah sedang menatap ke atas, dari atas melihat ke bawah, dari belakang melihat ke depan, dari dalam melihat ke luar, dan dari sudut pandang semua pihak yang terlibat. Hal ini membuat Anda mampu melihat situasi tersebut dari jendela-jendela baru dan dapat memberikan wawasan yang Anda butuhkan untuk pemecahan masalah secara kreatif.
Bersihkan pikiran Anda dari asumsi-asumsi. Asumsi dapat menyembunyikan solusi. Pikiran yang dibiarkan mengikuti aliran alamiahnya dapat menciptakan hal-hal baru yang menakjubkan
Ubahlah posisi Anda sesering mungkin. Jika anda duduk di belakang meja Anda, pergilah ke luar dan berbaringlah di atas rumput. Atau, jika Anda berada dalam ruang konferensi di kantor, bertukartempatlah dengan orang lain atau berdirilah. Mungubah posisi Anda berarti mengubah pandangan Anda terhadap berbagai hal, dan perubahan posisi mungkin akan menghasilkan perubahan sikap mental.

Sungai Bawah Laut


“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)




Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laayabghiyaan…” Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.

Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Subhanallah… Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
Wallahu a’lam.